Rabu, 06 Mei 2015

Inclusive Education : Membangun Kompetensi Belajar Anak Usia 1- 2 tahun

Mengasuh anak pada awal awal usia pertumbuhanya yakni dua tahun pertama pertumbuhan merupakan dasar bagi orang tua untuk meletakkan pondasi bagai kecerdasannya, mengapa karena anak pada usia itu perkembangan otaknya sangat pesat sehingga anak mudah menyerap beberapa informasi yang diterimanya.

Tahun pertama pertiumbuhan anak lebih banyak didominasi untuk terdorong menggunakan semua ideranya,atau dalam bahasa sederhana anak usia 1- 2 tahun  mereka berusaha untuk mendapatkan informasi melalui inderanya. Peran orang tua disini adalah mendidik anak dengan learn how to learn artinya anak harus distimulasi inderanya agar dapat “belajar”, Dengan mengenali ciri ciri perkembangan anak usia 1-2 tahun.

 At Tweleve months of age he will repeat any little action that causes laughter. He is becoming increasingly affectionate. He puts his arm around the familiar adults neck and strokes and pats her face . Bridges, K B  Emotional Development in early infancy ,Child Development

Selasa, 07 April 2015

Membangun Karakter Anak Lebih Baik

Kecemasan orang tua abad 21 lebih banyak pada ketidak berhasilan hidup anak dimasa depan dari sisi kesuksesan dunia,mereka takut anaknya tidak bisa hidup lebih sejahtera (kaya ) darinya,mereka cemas anaknya tidak berhasil dalam karirnya ,mereka cemas masa depan anaknya tidak mapan dsb. Sehingga sejak kecil anak dijejalai berbagai nutrisi dan pola pendidikan yang hanya berorientasi pada prestise dan prestasi dengan harapan anak akan menjadi  sukses dimasa depan. Maka tidak jarang kita temui banyak anak yangmenjadi sukses namun kehilangan sisi kebaikannya atau justru banyak mereka yang gagal bertambah ketidak baikannya. Lantas apa yang bisa dilakukan para orang tua ,khusunya para ibu bijak abad 21 ini:

Rasa tidak percaya kepeda diri sendiri sebagai orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak (parenting skill) para orang tua saat ini begitu lemah ,entah karena kesibukannya dalam berkarir atau karena kesulitan berkomunikasi secara efektif dengan anak. Meskipun mereka adalah orang tua yang memiliki status dan jenjang pendidikan yang tergolong tinggi.

Padahal rasa percaya diri ini adalah syarat utama agar dapat berkomunikasi dan mendidik anak secara efektif. Sebaliknya para orang tua khusunya di era tahun 50-60 an  yang tidak memiliki  pengetahuan ,kompetensi dan jenjang pendidikan serta status yang tiinggi  akan tetapi karena hasarat mendidik  yang kuat  mereka terdorong untuk membekali anaknya sehingga telah berhasil mencetak generasi bangsa yang cukup membanggakan.

Sabtu, 28 Februari 2015

How to lead your teen credibly!

Sometimes your teen does not success  just like what you expected . When your teen whom you give a trust does not  keep it  your truth because of his/her lack  of knowledge or communication.

 How to lead your teen credibly is strategy  to establish trustworthiness ,self confidence, competence and competitive advantage for your teen. It you would  this element  to earn your teen trust and to make within their  mind .

In era of competitiveness parent would  no longer  force to make teenager obedience toward him, they no longer protective and control the teenager.   In this era more parent should  has the credibility  in the mind of their teenager. But maybe teenager have been fear to failure and they haven’t   have credibility.

 You  need your teen have credibility  you must information to make finer distinctions about  what they need to do to produce the result they passion, if they had  a mistake don’t  they  take on emotional reactive . 

Minggu, 22 Februari 2015

How to build relationship with Teens in ICT Era

Kank, as a parent and teacher I am concerned about the behavior of teenagers covered communicate with parents ..?

Every child is basically  unique as individuals, individual differences so unwise if the child is required to have the same in all fields, especially if the child rather than compare. This is the most important principle in interacting with children. Therefore, building a harmonious relationship with the child should focus on the uniqueness of each difference owned teens.

The principle of harmonious communication with the teen, which is trying to learn to recognize and understand the expectations of desire and anxiety faced by adolescents. Given the ease in the era of information and communication technology (ICT era) every child has a need to be noticed, loved and appreciated so that not infrequently they pour their needs through its social networking. And not infrequently they fall in  communication activities misguided.

Minggu, 15 Februari 2015

7 Penyebab Perilaku “Nakal” Anak Usia SD dan Solusinya

Kank,mengapa belakangan ini anak saya kelas dua SD cenderung suka membentak  dan sulit diatur..?

Pada anak usia SD perilaku baik dan buruk lebih pada upya untuk mendapatkan penilian dari orang lain,oleh karena itu “kenakalan” mereka merupakan tidak adanya saluran komunikasi dan kasih sayang yang mereka harapkan,perilakunya merupakan cerminan dari suasana hatinya.  Beberapa alasan mengapa perilaku nakal itu muncul adalah:

·         Anak meniru apa yang dilihat nya dari lingkungan sekitar termasuk perilaku kedua orang tuanya. Oleh karena itu pastikan  perilaku lingkungan  keluarga terutama kedua orang tua  tidak menjadi contoh bagi anak dalam perilaku “nakal”.  Sehingga lebih mudah anda mengingatkan anak, karena anda sudah mencontohkan yang baik.

Selasa, 30 Desember 2014

Kiat Mendidik Siswa Keras Kepala

Kank, siswa kami memiliki semangat juang tinggi, tidak jarang ia suka mengontrol keadaaan dan gigih mempertahankan pendapatnya. Bagaimana saya mengarahkannya..?

Kecenderungan siswa keras kepala  merupakan  hasil pola asuh dan pendidikan keluarga atau lingkungan,hal ini disebabkan  naluri mempertahankan diri dari “serangan” atau ketidak berdayaan yang dipelajari, bahasa lainnya meniru orang sekitarnya. Disisi lain siswa yang keras kepala memiliki hasrat untuk memperbaiki diri sekaligus memegang teguh prinsip yang diyakini kebenarannya.

Mereka sesungguhnya anak anak yang menyukai tantangan karena ingin membuktikan kebenarannya, disisi lain mereka tertarik pada tugas tugas  yang “menstimulasi” rasa tanggung jawab,suka memecahkan masalah dan memberikan solusi. 

Kamis, 25 Desember 2014

KANK HARI PSIKOLOGI PARENTING TUTORIAL : Menghadapi Anak Mudah Kecewa dan Mudah Cemas .

Kank, anak saya  remaja kelas x   merasa  sangat kecewa jika harapan nya tidak tercapai, dia sering terlalu cemas terhadap apa yang diupayakannya dan terlalu serius kurang santai, lantas bagaimana caranya saya membimbingnya...?

Apa yang terjadi pada putera ibu sebenarnya terletak pada kepribadian yang memegang teguh nilai dan prinsip prinsip  yang dianutnya, kecenderungan yang terjadi adalah memiliki kemampuan analisa yang mengendalkan logikanya sendiri inilah yang menyebabkan dirinya mudah cemas. Hasrat besar untuk mencapai keberhasilan yang terbaik bagi pencapaiannya membuat putera ibu sangat kecewa jika  hasil yang diadaptnya tidak sesuai dengan standar harapan yang ditentukannya sendiri.

Guna membangun kemampuan “menikmati” hidup maka sebagai orang tuanya anda harus dapat mengembangkan sikap sebagai berikut: